Suara Widya yang melengking tinggi bergaung memenuhi setiap sudut mansion mewah Ararya, merusak kedamaian rumah mewah yang biasanya tenang itu. Emosinya telah mencapai puncak akibat ketenangan Amindita yang seolah menampar harga dirinya yang setinggi langit. "Mansion ini seharusnya milikku! Kalian semua yang ada di sini, seharusnya tunduk dan melayaniku, bukan wanita kampungan ini!" teriak Widya histeris, jarinya menunjuk-nunjuk kasar ke arah Amindita dan para pelayan. Bi Surti dan tiga pelayan lainnya segera berlari merapat, membuat barisan pagar hidup di depan Amindita yang masih berdiri tenang namun tetap ada ketakutan. Mereka tahu betul siapa Widya. Sebelum Praditya membawa Amindita masuk ke hidupnya, Widya adalah sosok tunangan yang sering keluar-masuk mansion ini dengan keangkuhan

