"Key? Kamu belum bangun?" Airin masuk ke dalam kamar, membuka gorden agar cahaya matahari bisa masuk. Memang belum terlalu siang, namun aktivitas itu sudah biasa dia lakukan jika membangunkan anaknya. Setelah membuka gorden Airin berbalik badan, menatap Keyra yang masih terlelap di dalam selimut. Perlahan Airin mendekat, duduk di tepi ranjang. Semalam memang Keyra tidur agak larut malam karena mereka keasikan mengobrol. Tangan Airin terulur, menyibak selimut yang menutupi tubuh Keyra. Saat akan membangunkan, tepat tangannya bersentuhan dengan kulit Keyra, Airin dibuat terkejut karena suhu tubuh anaknya. Sangat panas, itulah yang Airin rasakan saat memegang kedua tangan Keyra. "Key? Key, kamu sakit, Nak? Yaampun, badan kamu panas banget." Dari tangan Airin refleka menyentuh dahi dan juga

