Jika biasanya Bian menghabiskan waktu di kantor, tetapi tidak dengan hari ini. Setelah menghadiri rapat, mengecek beberapa pekerjaan, pria itu memutuskan untuk pulang. Selain sedang tidak mood Bian juga lagi menghindari Devinka dan juga Flora. Karena kedua wanita itu sejak tadi terus meneror tanpa henti. “Bapak mau pulang sekarang?” Bian menganggukkan kepalanya. “Semua sudah beres bukan? Saya ingin pulang. Ah, iya, kalau Devinka atau orangtua saya ke sini bilang saja saya ada urusan di luar. Ingat, jangan bilang saya pulang.” Mendengar itu Julian mengangguk patuh. Dua langkah dia mundur, memberi ruang agar bosnya bisa melanjutkan langkahnya. Namun baru satu langkah Bian melewati Julian, tubuh pria itu kembali berputar. “Apa ada lagi yang bisa saya bantu, Pak?” tanya Julian. “Tolong ha

