“Tapi aku bisa pulang sendiri, kamu ngga perlu antar. Aku bisa naik taksi atau bus.” Tidak mengidahkan penolakan Keyra, Bian menarik tubuh mungil Keyra lalu memasukkannya kedalam mobil. Sudah dibilang, apapun kondisinya, Bian sangat anti dengan penolakan. Lagipula jarang-jarang dia bersikap seperti ini kepada seseorang. Sejak dulu mana mau Bian menjadi supir. Penolakan yang berujung sia-sia membuat Keyra pasrah. Di dalam dia hanya memperhatikan Bian yang memutari mobil lalu ikut masuk ke dalam. Tanpa banyak bicara mobil yang Bian kendarai ke luar dari area apartemen. Selama diperjalanan keduanya kompak terdiam. Sesekali Bian membuka percakapan, tetapi Keyra menjawabnya dengan singkat. Tepat di lapu merah mobil terhenti. Keyra melirik Bian yang sedang fokus menatap ke depan. Walaupun mat

