Sangat Cantik

1123 Kata

"Gimana persiapan kamu sama Devinka? Semua berjalan lancar? Ingat, dua minggu lagi kalian menikah. Kalau bisa mulai besok kamu cuti supaya bisa fokos urus semuanya. Bian, dua minggu bukan waktu yang lama. Masa iya kamu limpahin semuanya ke Devinka? Kamu harus ikut andil, Mama sama Papa juga terus bantu sampai detik ini." Bian yang baru masuk kamar langsung disuguhi ceramah oleh Flora. Kalau tidak terdesak ingin ambil baju, mungkin sepulangnya dari kantor dia enggan menginjakkan kaki ke rumah ini. Ini memang rumah orangtuanya, rumah di mana dia dibesarkan. Namun seiring berjalannya waktu Bian selalu dibuat muak oleh tuntutan kedua orangtuanya. "Kamu dengar Mama bicara ngga?" tegur Flora. Sejak di lantai bawah tadi, sampai kini keduanya berada di kamar, anaknya sama sekali tidak menyahut.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN