“Ada informasi apa, Regar?” ‘Saat ini saya sedang mengikuti nona Devinka. Beliau sedang berada di salah satu restoran. Nona Devinka tidak sendiri, melainkan bermasa pria yang kemarin.’ “Apa kamu tidak salah melihat?” ‘Tidak, Tuan. Saya mengikuti nona Devinka dari rumahnya.’ Bian menghela napas mendengar penjelasan Regar. Kesal? Tentu. Bian sangat tidak menyangka kalau Devinka kembali bermain-main di belangnya. Padahal kemarin dia yang gencar mencari pembelaan sampai mencari bukti. Bukan hanya itu, dia juga sangat excited mengurus soal pernikahan. Tapi siapa sangka wanita itu ingin bermain licik. “Di restoran mana? Bisa kirim foto? Jangan lupa sertakan bukti karna saya tidak mau ini semua jatuhnya omong kosong.” ‘Siap, Tuan, akan saya kirim segera. Posisi nona Devinka di Astrolura.’

