“Kalau kamu ngga mau menggugurkan, saya akan tanggung jawab.” Tawa Keyra seketika mencuat. Apa katanya tadi? Apa telinganya tidak salah mendengar? Atau jangan-jangan pria dihadapannya habis terbentur dinding? Keyra mundur satu langkah sambil menggelengkan kepalanya. Entah apa yang sedang pria itu susun, Keyra tidak bisa menebak. “Kenapa ketawa?” Sebelah alis Bian terangkat menatap Keyra. “Di mana letak lucunya sampai kamu tertawa?” sambungnya. Pria itu maju selangkah, kembali mengikis jaraknya dengan Keyra. Tatapan keduanya beradu cukup lama. Keyra sedang mencari titik-titik kebohongan di mata indah milik Bian. Ekspresi Bian sangat datar, senyumnya juga tidak. Hal itulah yang membuat Keyra meragukan pria itu. saat Keyra ingin mundur lagi tetapi punggungnya langsung menabrak dinding. Sia

