"Mobil siapa yang kamu bawa, Key?" "Astaga, Bu, aku kaget." Airin mendekati Keyra, mengusap punggung sang anak yang masih terbalut kemeja. Entah sejak kapan anaknya itu pulang, yang jelas saat Airin ke luar Keyra sudah berdiri menatap lurus ke depan. Yang semakin membuat Airin bingung adalah adanya mobil hitam yang terparkir. Sejenak Airin memperhatikan mobil itu, mana tahu anaknya diantar oleh teman. Tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda orang ke luar dari dalam mobil. "Kamu ini sekarang hobi ngelamun ya, Key? Kamu kalau ada masalah itu bilang, jangan dipendam sendiri. Ibu ada di sini buat kamu, Ibu dengan senang hati jadi pendengar. Kamu sebenarnya ngga betah ya kerja di perusahaan itu? Karna kamu mikirin Ibu, jadi kamu maksain bertahan?" tanya Airin to the point. Di dunia ini tidak a

