Dengan langkah tergesa Keyra berjalan melewati Lorong rumah sakit. Kali ini dia tidak bisa santai, jantungnya sudah berdegup kencang sejak tadi. untuk saat ini yang ada di fikiran Keyra hanya ingin menemui ibunya. Ternyata perasaan tidak enaknya sejak tadi terjawab sudah. Keyra tidak sendiri, di belakangnya ada Bian yang mengikuti. sejujurnya bisa saja dia acuh, tapi kenyataannya pria itu memilih mengantarkan. Semakin dekat dengan ruangan tujuan, kaki Keyra terasa lemas untuk melanjutkan langkahnya. Dari jarak yang tidak terlalu jauh dia bisa melihat sosok Rafael tengah berdiri menatap pintu ruangan. Dengan langkah pelan namun pasti Keyra mendekati Rafael. Karena berlari dari parkiran, napas Keyra masih memburu. “Rafael?” Rafael memutar tubuhnya, mendekat lalu memegang kedua lengan Keyr

