“Jadi Mbaknya mau cari obat apa? bisa beritahu saya? Nanti akan saya bantu carikan.” Lamunan Keyra buyar. Dengan gugup dia menatap wanita di depannya. Sudah beberapa hari ini tubuhnya terasa tidak karuan, bahkan untuk ke luar rumah pun dia memaksakan diri. Sejak dari pemakaman Airin, ini kali pertama Keyra ke luar rumah. Ada perasaan ragu di dalam hatinya, tapi demi membuang fikiran negatif dia harus membuktikan. “Mbak? Wajah kamu terlihat pucat. Kalau memang dirasa pusing, silahkan duduk dulu.” Keyra tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Saya baik-baik aja. Saya mau beli … beli test pack.” Tanpa mengatakan apapun pegawai apotik itu menganggukan kepalanya. Dengan cepat dia mengambil barang yang Keyra sebutkan. Selagi menunggu Keyra berusaha menenangkan diri. Sebetulnya sejak kemar

