“Kalian semua boleh pulang ke rumah masing-masing.” Semua yang berdiri di depan pintu rumah Keyra saling tatap satu sama lain. Semua tetangga memang sudah pulang, hanya teman-teman Keyra yang masih setia mengikuti. bukannya Keyra tidak bersyukur, hanya saja untuk saat ini dia butuh waktu sendiri untuk menenangkan fikirannya. Mendengar suruhan Keyra tidak ada satupun yang beranjak pergi. Mereka semua masih menatap Keyra dengan iba. Mana mungkin mereka pulang lalu meninggalkan Keyra seorang diri di rumah? dalam situasi seperti ini minimal satu orang harus mendampingi. “Gue sama Audry akan nginap di sini, Key.” “Gue juga.” “Aku, Anna, sama Zeffana juga, Key.” Keyra menatap teman-temannya secara bergantian. Agak susah untuk bibirnya tersenyum, tetapi sekuat tenaga dia menariknya sampai s

