76. Kepergian

1702 Kata

“Kak Zahra!” pekik Zenia senang saat melihat Zahra datang. Namun senyum Zenia langsung saja menghilang begitu melihat Zahra membawa kopernya. “Kak, kenapa?” tanya Zenia sedih. Lalu melihat wajah Zahra yang tak biasanya membuat Zenia paham bahwa sesuatu sedang terjadi. “Bunda!” teriak Zenia. Vania akhirnya ke depan karena di panggil oleh putrinya. “Kenapa?” tanya Vania. Lalu Vania melihat Zahra yang datang dengan dua koper yang ada di sebelahnya membuat Vania paham dan hatinya terasa sakit. Vania mendekat dan langsung saja memeluk putri sulungnya itu. Begitu Zahra dipeluk tangisnya langsung saja pecah. Dari tadi Zahra juga sudah berusaha menahannya. Namun ketika Vania tahu apa yang sedang dirasakannya tanpa dikatakan membuat Zahra kembali lemah. “Apakah semuanya sudah berakhir?” tanya V

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN