"Nona anda yakin baik-baik saja?" "Hm." "Anda tidak ingin saya menyediakan sesuatu lebih nyaman untukmu?" "Oh, ya. Atau anda kedinginan?" Seperti mutiara yang dijaga dengan sangat hati-hati, Sekertaris Lee terus bertanya. Tidak sedikitpun membiarkan istri dari tuannya itu merasa kekuarangan ataupun sakit. Zia menatap Sekertaris Lee jengah, "Stop Lee. Aku bukan bayi yang tidak bisa bicara! Aku akan meminta jika aku membutuhkan sesuatu nanti," ujar Zia sedikit menaikkan suaranya. Sejak kepergian Dirga pria ini terus mengoceh. Menawari ini itu. Sebelas dua belas seperti tuannya ternyata. Ribet. "Baiklah, Nona," jawab Sekertaris Lee sedikit menurunkan suaranya. Baru sadar jika perlakuannya telah mengganggu ketentraman Zia. Ya, bukannya memperbagus suasana hati Zia seperti apa yang dimi

