"Mbak!" suara imut mengejutkan Lia yang masih termenung di tengah malam. Memikirkan kejadian mengerikan yang belum lama di lewatinya. Lia dan Qeela di bekap. Diikat bahkan hendak ingin di dorong ke jurang hanya untuk mengundang Tuan Dirga untuk datang. Lia masih tidak menyangka jika Zia yang merupakan sahabat baiknya sendiri yang mejadi pelakunya. Memikirkan hal-hal atau kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan Zia melakukan hal itu. "Ya, ada apa, sayang?" Membuka tangan siap menerima pelukan. Qeela masuk dan mendekat Lia. "Apa ayah belum kembali?" tanyanya sedikit tidak terdengar. "Belum." "Bunda?" Pertanyaan Qeela saat ini membuat Lia terdiam. Apakah Zia akan kembali setelah kejadian tadi? "Belum juga," jawab Lia setenang mungkin. Terdengar hembusan nafas kasar dari hidung si keci

