Salah Faham

1140 Kata

"Dirga!" Bukan seperti tadi yang mengharapkan Dirga segera datang, Zia malah ketakutan saat melihat Dirga datang. Menatap pria itu penuh ketakutan. Dengan tangan yang meremas jari. "Disini kamu rupanya!" Membuka tali yang mengikat tubuh Zia dan menarik tubuh itu kasar. "Auw!" "Mas, kau menyakitiku," lirih Zia hampir menangis. Cengkraman tangan Dirga sangat kuat dan kasar. "Cukup panggil saya seperti itu!" sentak Dirga seraya mendorong Zia. Jujur, Dirga jijik mendengar nama panggilan itu. Hatinya dan jantungnya terasa sesak. Bibir yang tadi beradu dengan bibir adik tirinya itu memanggilnya mas? Cih! Dirga memang mencintai Zia, bahkan dia rela menyerahkan nyawanya. Tapi tidak untuk kata khianat. Secinta dan sesayang apapun dia. Kata khianat adalah kata yang paling Dirga benci setelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN