Lia terkejut melihat Zia ada di ambang pintu. Sahabatnya itu pasti salah faham dengan kehadiran dia di kamar milik mereka. Apalagi saat ada tangan kekar memeluknya. Lia semakit terkejut setengah mati saat mengetahui ternyata Tuan Dirga ikut tidur di sampingnya. Berdekatan bahkan memeluknya. Sakit hatinya hal itu, Zia segera membuang wajah. Bertingkah aneh kemudian bergegas pergi. Namun Lia menahan, gadis itu memanggil memohon. "Zia, kumohon berhenti!" sahut Lia sudah menyibakkan selimut. Namun entah sengaja atau tidak, tangan kekar Dirga yang tadi di singkirkan kembali ke tempatnya. Memeluk pinggang Lia dan menahan gadis itu. Lia semakin mati kutu. Rasanya dia ingin mati saja sekarang. Di posisi seperti ini, sungguh Lia tidak menginginkannya. Sedang Zia sudah meneteskan air mata. Sepert

