Zia, Dirga, Ziva dan Daffa sudah tiba di negara orang tua mereka. Zia maupun Ziva sama sama memandang jendela kaca, mereka mengingat masa-masa singkat mereka disini. Sangat singkat bahkan Zia dan Ziva sampai tidak merasa jika mereka bukan berasal dari sini. Arsitektur bangunan yang khas serta cuaca panas yang gersang menyambut kedatangan mereka. Dirga membuka jas dan memakaikannya pada Zia. "Aku takut, Mas," ucap Zia. Jujur, dia memang anak dari keluarga kaya itu. Namun mereka kan sama sekali tidak mengenalnya. "Kita pulang lagi, ya," bujuk Zia. Dirga tidak menjawab. Hanya menatap istri cantiknya itu lekat. "Kau tidak ingin bertemu dengan ayahmu?" "Ayah?" pekik Zia. Apa maksud Dirga ini. Sudah dia katakan Ayah dan ibunya meninggal pada kecelakaan dulu, ketika dia masih kecil. "Y

