Baru saja ujung pisau itu sampai di tubuh Zia, sebuah tangan kekar dan kuat menahan. Membiarkan tangannya sendiri yang terluka dan menatap Nayyes tajam seperti mangsa. "Dirga?" Nayyes ketakutan bukan main saat Dirga tiba-tiba ada di depannya menyelamatkan Zia. Pria itu menyamar memakai baju para bodyguard. Bodoh! Padahal tubuh dan Dirga lebih unggul daripada yang lain. Tapi Nayyes tidak menyadarinya sama sekali. Pikirannya terlalu ambisi pada Zia, anak gadis dari pamannya itu membuat Nayyes hilang fokus. "Apa kabar, Tuan Jakwan?" tanya Dirga dengan tersenyum sinis. Sedang Nayyes yang Dirga panggil Jakwan sudah berwajah murka. Menatap Dirga kesal, "Kau?" Baku hantam pun tak terelakkan lagi. Dirga dan Nayyes berkelahi. Di tambah dengan para bodyguard Nayyes yang ikut membantu. Namun D

