"Tuan Aqmar?" "Putri?" Sahut Lia dan dan Lee bergantian. Terkejut dengan pernyataan orang tersebut. Sedang Dirga sudah melangkah, pasang badan. "Boleh kutahu ada kepentingan apa atasanmu pada istriku?" Orang tadi menunduk hormat, "Maaf, Tuan. Kami tidak bisa memberitahunya. kami hanya menjalankan tugas untuk membawa Nona ke tempat kami," jelas orang yang seperti pengawal tadi pada Dirga. Zia melirik Dirga, meminta agar tidak mengizinkannya. Jujur, Zia takut. Dirga yang menyadari ketakutan istrinya merangkul pundak gadis itu lembut. "Kalau begitu saya tidak akan mengizinkannya!" Penolakan Dirga membuat suasana semakin mencekam. Zia dan Lia saling pandang takut, sedang orang tadi sudah saling pandang dengan temannya. Seperti merencanakan sesuatu. "Dengan atau tidak ijin dari anda

