Di dalam mobil. "Kau baik-baik saja?" pertanyaan muncul dari balik pintu. Masuk dan memberikan sebotol air. Lia mengangguk. Kemudian membuka dan meminum air itu untuk menghilangkan sedikit ketakutannya. "Jika kau memilih bersama Lee, saya tidak akan mengganggumu lagi," ungkap Mahendra. Lia menatap pria itu lekat. Pria yang belum lama mendekati dan selalu membujuknya itu tahu perihal hubungan dia dengan Lee? Jangan-jangan dia juga tahu aku pernah menembak Lee. Arghhh mukaku! Mukaku pasti sudah merah saat ini. "Saya tidak keberatan," imbuhnya. Lia menundukkan kepala. Kenapa dia menjadi merasa bersalah seperti ini!!! "Tapi jika kamu memilih saya, dengan senang hati saya akan menyambutmu." Lagi. Lia menatap pria itu lebih lekat. Tunggu, kenapa pria itu terlalu jelas dalam bicara sih!

