"Kami sudah terlambat mau kesekolah, kami harap anda mengerti dan segera pergi dari sini." Dengan sangat halus dan tanpa menatap wajah pria itu Lia mengusirnya. Bisa jantungan dan lemah dia jika menatap wajahnya. Apalagi kita tau pria itu murah senyum. Tidak! Tebar pesona lebih tepatnya. Nah, kan, kan. Udah diusir masih aja senyum, herman! "Kalau begitu pas sekali, Nona. Saya kesini memang ingin menjenguk ponakan saya sekaligus mengantar kalian jika memang belum berangkat," ucapnya. Qeela yang mendengar sudah melompat bahagia. "Om mau antar Qeela sekolah?" "Tid-." "Tentu saja, gadis cantik! Yuk!" Sudah menarik tangan Qeela yang memang sudah memakai tas masuk ke dalam mobilnya. Sedang Lia menatap kedua pria itu nanar. "Ayo kakak!" Qeela yang sudah ada di mobil memanggil Lia. Gadis it

