Buah dan pohon

1044 Kata

Pagi yang sejuk dan tenang telah menyapa. Meja makan yang akhir-akhir ini sepi kembali ramai. Oleh ocehan dan manjaan Qeela, juga hardikan Dirga. Kedua manusia itu bertengkar? Ya, hanya karena perihal duduk Qeela dan Dirga bertengkar. Ingin Zia duduk dekat dengan mereka dan menjauhkannya dari pengganggu. "Bunda! Bunda duduk disini, Qeela mau disuapin sama bunda," ujar Qeela seraya menepuk bangku yang ada di sampingnya. "Tidak! Bunda hanya akan duduk disini!" Menunjuk bangku sebelah kanannya. "Di samping ayah!" tegasnya. Dirga dan Qeela duduk berhadapan. Seperti kilatan perang mereka saling menatap tajam. Hingga saatnya Zia hendak duduk setelah meletakan s**u, Qeela segera menarik lengan bundanya agar duduk. "Duduk, duduk, Bunda!" "Tidak! Ayah bilang tidak, ya tidak!" "Qeela bilang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN