Ziva dan Daffa

1015 Kata

"Daffa! Apa yang kamu lakukan? Aku Ziva, bukan Zia!" ujar Ziva seraya melangkah mundur. Daffa tak menghiraukan, terus maju dan mendekati Ziva. Sedang Ziva sudah ketakutan, keringat panas dingin keluar dari seluruh badannya. Ziva memang mencintai Daffa, tapi disentuh dengan anggapan kita orang lain itu sakit, bukan? Dekat dan semakin dekat. Daffa terus melangkah maju. Hingga akhirnya tangan Daffa terangkat dan "Aaaa!" Pletak! "Auw!" Ziva meringis. Daffa menyentil dahinya ketika sampai. "Kau berpikir apa, bodoh! Aku hanya ingin tidur dan mengawasimu!" ujar Daffa sudah tidur di kasur. "Mengawasimu?" Kening Ziva berkerut membuat Daffa tiba-tiba salah tingkah. Sial! Kenapa kau bilang mengawasi sih! Gadis gila ini jadi kepede an, kan! Dia pasti berpikir kalau aku khawatir kemudian mengaw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN