Khawatir

1072 Kata

"Mas, kau yakin akan melakukan ini?" Jujur, Zia kurang setuju jika Daffa menikah dengan Ziva. Ziva memang mencintai Daffa, tapi bagaimana dengan Daffa? Apa Daffa bisa mencintai Ziva dan menjaga adiknya itu? Bagaimana kalau tidak? Bagaimana kalau Daffa malah menyakiti adiknya? Arghh banyak sekali pertanyaan yang memelit meloto otaknya. Zia sampai tidak fokus menyuapi Qeela tadi. "Bundaaa!" protes Qeela saat Zia salah memasukkan sendok. Untuk ke pipi, bukan hidung. Zia Nyengir kuda. Pipi gembul gadis itu jadi kotor dan berantakan. "Hehe, maafkan, bunda!" "Ayo, makan lagi," lanjutnya. Qeela tidak marah, kembali lanjut makan dan menyimak pembicaraan ayah dan bundanya. Dirga yang sejak tadi juga hanya diam, baru bergerak. Menatap istri dan anaknya Kemudian mendekap mereka. "Tenanglah,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN