"Kau pakailah kamarku sesukamu. Aku akan pulang dulu bersama suamiku." Zia memeluk adiknya yang seorang sudah menjadi seorang istri itu lembut. "Baik, Kak," jawab Ziva sedikit lirih. Sebenarnya Zia ingin menemani adiknya. Duduk dan menghabiskan waktu bersama. Dia ingin bercerita sana sini. Mengingat mereka baru saja akur dan bertemu. Namun Zia tidak boleh egois. Ziva sudah memiliki keluarga. Gadis itu berhak bahagia. "Jangan lupa pakai pakaian yang seksi," bisik Zia sebelum akhirnya pergi menghampiri Dirga. Ziva sedikit tersenyum melihat ke usilan kakaknya. Tidak menyangka jika Zia juga ternyata peka terhadap hal itu. Di parkiran. "Ayo, Mas!" ujar Zia membuat Dirga sudah memeluknya. Sedang Qeela sudah tidur di kursi kemudi. Gadis itu sepertinya kelelahan setelah sekolah. Pulang ker

