"Mau kemana, Mas?" Zia yang baru bangun menahan tangan Dirga. "Ada sesuatu yang harus kutangani. Diam disini dan tunggu aku, jangan kemanapun. Kau mengerti?" "Tapi sekolah Qeela?" "Biarkan Lia yang antar. Aku tidak mau kau terlihat jalan aneh oleh para ibu-ibu," sahut Dirga membuat Zia langsung menunduk malu. Benar, bisa dijadikan bulan-bulan dia jika memaksa pergi ke sekolah. "Kau mengerti?" Suara Dirga kembali terdengar. Zia menunduk patuh dan merasakan kecupan lembut di bibirnya. "Hati-hati!" ucap Bulan kemudian. Dirga tersenyum, kemudian melepas genggaman tangan Zia dan pergi. Di perusahan Wijaya. Sekertaris Lee masih berusaha menenangkan klien mereka yang katanya akan berinvestor gila-gilaan pada mereka. Klien itu kukuh ingin bertemu dengan sang pemilik atau niat baik mereka

