"Bunda, bunda bukaaaaa!" Suara kencang dan berisik menghiasi pendengaran sepasang sejoli yang baru saja tidur. Ya, Zia baru saja tidur setelah semalaman di ganggu yang mulia suami. Dirga tidak membiarkan Zia tenang, pria itu terus menganggu dan memompanya tanpa henti. Hanya memberikan waktu istirahat saat Dirga ke kamar mandi. Awalnya Zia tidak peduli, kembali tidur dan menyibakkan selimut. Menganggap jika suara itu hanya bagian dari mimpinya. Namun Zia langsung kelimpungan, bahkan mati kutu saat suara itu kembali terdengar jelas dan menyadarkan dia. "Bunda, bangunnnnn! ini udah jam tujuh. Qeela bisa telat sekolah nanti," teriak Qeela lagi. Tubuh Zia yang masih polos langsung berdiri tegak. Menatap pintu nanar, juga tubuhnya yang masih amburadul. "Qeela!" "Tidurlah! Kau ingat aku han

