"Hm, tidak! Maksudku, aku tidak ingin melakukan hal itu," ujar Zia gagap. Menyingkap gaun miliknya dan beranjak. "Lagipula siapa kamu? Masuk ke ruanganku tanpa ijin?" Zia memarahi Dirga guna menghilangkan kecanggungannya. "Saya bisa laporkan anda ke polisi," ancamnya semakin membuat kebohongan terasa sempurna. "Eh, eh. Kamu mau kemana?" Zia kelimpungan saat Dirga juga ikut berdiri. Merapihkan pakaian dan duduk di kursi kebesarannya. "Enak!" sahut Dirga. Zia memutar bola mata malas. "Pergi dari sini atau kupanggil security untuk menyeretmu kelaur," ancam Zia seraya menarik tangan Dirga. "Tidak ku sangka istriku ini ternyata jago bisnis, Ziaku," ujar Dirga. Zia semakin di buat kesal. Kebohongannya bisa terbuka jika seperti ini caranya. "Istri apa maksudmu? Aku bukan istrimu dan jug

