Entah emang karena murni murka atau membalaskan dendam, tapi satu hal yang pasti. Dengan mudah dan cepat Dirga membabat habis seluruh pasukan Ziva yang jumlahnya puluhan. Tanpa bantuan dan tanpa senjata pria itu memukul habis para penyerang. Membuat mereka lumpuh dan mengusirnya. Sedang Ziva yang tadi sudah menyongsong d**a karena percaya diri akan menang kini ketakutan. Melangkah mundur dengan kaki yang berancang-ancang ingin lari. Namun Ziva salah prediksi, si pria jantan ahli petarung semua senjata itu tentu menyadarinya. Menarik tangan Ziva dan mencekiknya. "Aaa aaaa! Dirga lepaskan!" Ziva susah bernafas. Cekikan tangan Dirga terlalu kuat hingga menghambat saluran udara di lehernya. "Dirga! Apa yang kamu lakukan?" Zia ikut memekik. Zia memang tidak menyukai Ziva dan sedikit memben

