"Tuan Dirga, anda yang ingin saya sam-." Seorang dokter tegang setengah mati saat ia membuka pintu pasiennya. Melotot sebentar kemudian berbalik seraya meremas jadi. Dia telah menonton film dewasa versi nyata? Arghh, sial! Lo udah buang nyawa pada pemilik rumah sakit ini bodoh! "Maaf, maaf, Tuan. Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu, tapi jika anda sedang sibuk lanjutkan saja," tuturnya dengan suara gagap. Sedang Dirga sudah berdecih. Menarik selimut dan menyelimuti tubuh Zia. Sedang dia hanya menaikkan celananya. "Maaf sekali lagi, Tuan. saya permisi pergi!" Sudah ketar-ketir dan segera lagi. Kalau tidak ia akan habis di makan pria itu. Tak kalah ketar-ketir, Zia juga merasakan hal yang sama. Jantung gadis itu sudah berdetak cepat, malu setengah mati dan menyembunyikan wajahnya da

