"Pria jahat! Tidak berperasaan! Kau fikir kau siapa? Mengganggu dan mengakui anakku seenaknya hah! Apa kau tidak tahu aku menderita? Apa kau tidak tahu aku mati rasa karenamu hiksss!" Zia tersungkur, menjatuhkan dirinya yang ia anggap kotor karena telah di sentuh Dirga. Zia benci, marah tapi juga rindu. Melihat pria itu antara ingin dan tidak. Tubuhnya menolak tapi hatinya mengiginkan. "Bukankah kau mengusir dan memfitnahku? Kenapa kau tidak pergi saja hiks!" Gadis itu terus menangis. Menyembunyikan kepala di kedua kakinya. Zia merasa seperti di permainkan. Selalu di angkat ke tinggi langit, namun kembali di jatuhkan ke dasar bumi. Ia tidak tahu perasaan seperti apa yang sebenarnya Dirga miliki padanya. Dingin dan tidak menyukai gadis pecicilan yang datang sebagai baby sister penggantiny

