Zia menatap Dirga penuh permohonan. Dia baru saja bertemu dengan ayahnya, tidakkah dia di bebaskan dan diberikan waktu lebh lama? Dirga yang mengerti tatapan itu dan sudah dipastikan tidak bisa menolak daripada jantungnya mati kemudian membuang. "Oke! Lima belas menit!" "Yeay! Terima kasih!" Karena kesenangan Zia juga mencium pipi Dirga. Sebanyak dua kali dan tidak sadar. Zia baru tersadar saat Dirga menatapnya, kemudian mengalihkan pandangan mereka kepada ayah yang sejak tadi tersenyum menatap mereka. Gilaaaa! Zia malu bukan main. Bisa tidak dia masuk lubang saja saat ini. Ayah pasti mengira Zia tumbuh menjadi wanita yang centil dan tidak bisa diam. "Tidak apa-apa, lanjutkan!" ucap ayah membuat Zia semakin malu sekaligus terkejut. Ayah bisa bahasa Indonesia? Berdehem untuk menghilang

