Rintik hujan membasahi bumi pagi ini. Di dalam kamar mewah dan luas sepasang suami istri masih terlelap tidur. Tuan Aqmar sengaja tidak membangunkan putri putri dan menantunya. Dia tahu mereka telah bekerja keras untuknya kemarin, jadi biarlah mereka menghabiskan waktu hari ini. Sedang dia kembali mengunjungi makam putranya setelah meminta maid menyiapkan sarapan untuk putri-putri dan menantunya. Dia ingin berbagi bercerita pada putranya jika dia memiliki putra lain dari putrinya. Aqmar ingin berbagi kebahagiaan dengan Nayyes. Sedang Zia yang baru sadar membangunkan Dirga yang tertidur lelap di sampingnya. Entah apa yang Zia lakukan pada pria itu, Dirga sampai lemas tak bertenaga. Apa dia terlalu ganas? Arghhh Tidak tahu! Zia tidak mengingat apapun. "Mas, bangunnnn!" Zia menggerak-gera

