Dilarang bertanya

1138 Kata

Suasana sudah kembali stabil. Qeela sudah tidur bersama Lia. Sekertaris Lee, pria yang selalu ada di sekitar Dirga itu juga sudah kembali ke rumahnya. Saat ini tinggal Zia dan Dirga. Pria itu menahan Zia yang hendak pulang. "Tinggallah disini. Apa kau tidak merindukanku?" tutur Dirga serya menggenggam tangan Zia. "Maafkan aku. Tapi aku tidak bisa tinggalkan adikku sendiri," jawab Zia. Tangan kiri Dirga langsung bergerak. Meraih posel dan menelpon seseorang. "Jaga Ziva dirumah istriku. Pastikan dia baik-baik saja dan tidak meninggalkan makan dan obatnya!" titah Dirga langsung mematikan sambungan. Zia sudah beranjak, menatap tajam dan menghempaskan tangan Dirga. "Ada apa?" tanyanya. Zia memutar bola mata malas. Tidakkah Dirga mengerti? "Tuan, apa kau tidak memiliki hati? Apa kepergia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN