“Zahra, Aska! Kenapa ini beranatakan semua? Tadikan Bunda udah bilang di beresin semua mainannya jangan berantakan kayak gini. Bentar lagi Papa kalian pulang lihat berantakan kayak gini gimana? Nanti malah Bunda yang di marahin!” Kata Vania dengan kesal memarahi anak-anaknya itu. “Udah di beresin Bunda.” Jawab Zahra dengan pasrah. “Coba kamu lihat, bener udah di beresin semua? Lihat mainannya masih ada sampai di ujung sana, itu yang katanya udah di beresin?” Zahra menghembuskan nafasnya kasar lalu mengambil mainan yang masih ada di ujung dan di masukkan ke dalam kotaknya. “Huaaaaaa.” Tangis Adnan pecah membuat Vania yang ada di dapur kembali ke ruang tengah melihat anak bungsunya yang menangis itu. “Yaaampun Askaaa kamu apain adiknya sampai nangis kayak gitu, ngalah dong sama adiknya.