25. Muntah

2443 Kata

Siapa yang bisa menghentikan waktu?, tentu saja tidak ada. Termasuk si om suami yang punya banyak uang. Jadi tidak ada yang bisa menghentikan waktu kepergiannya dari rumah, dan aku juga yang menemaninya sampai depan pintu rumah. Sekalipun aku kesal karena aku di tinggal sendiri di rumah, tetap aja aku tidak mungkin membiarkan dia pergi begitu saja. “Abby…come on, jangan cemberut terus” tegurnya. Menghela nafaslah aku. “Iya…Salim!!” jawab dan pintaku. Malah mengerutkan dahinya menatapku. “Cium tangan maksudku kan kamu suamiku sekarang” jawabku pada tatapan bingungnya. Baru dia tertawa saat membiarkan punggung tangannya aku cium. Gimana sih si om suami?. Orang bule kali ya, jadi gak ngert soal salim. Tapikan dia selalu melakukan itu pada om dan tanteku sebelumnya saat dia bertemu merek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN