Rendi terhenti, ponselnya tiba-tiba berdering nyaring. Aryana merasa memiliki kesempatan, gadis itu segera turun dari atas tubuhnya. Rendi menerima panggilan teleponnya, tapi dia tidak membiarkan Aryana meninggalkan dirinya seorang diri di dalam ruangan tersebut. Pria itu menahan pinggangnya, agar tetap berada di atas pangkuan. Aryana tidak berani bersuara meskipun Rendi telah menyelipkan tangannya ke dalam kain tipis yang membalut sisi bawah tubuhnya. Sentuhan Rendi di sana membuatnya meremas-remas punggung pria tersebut. Aryana ingin memekik, tapi dia tahan kuat-kuat, Rendi tersenyum senang melihat wajah gadis itu begitu memelas sambil menatap ke arahnya. Rendi merasakan milik Aryana begitu basah di bawah sana. "Rend, akhh.. aku tidak tahan." Pekiknya pelan pada telinga pria tersebut