Aryana menjadi pusat perhatian para mahasiswa dan mahasiswi di kampusnya tersebut. Dia sangat malu karena pipinya membekas merah akibat tamparan Rendi beberapa menit yang lalu. Rendi tidak mau pergi sebelum berhasil berbicara dengan wanita itu. Pria itu terus mengejarnya. Rendi bahkan tidak tanggung-tanggung masuk ke kantor dosen, hanya karena ingin diberikan waktu secara khusus agar bisa berbicara dengan Aryana. Karena ulah yang dibuat Rendi, Aryana mendapatkan panggilan khusus dari dosennya. Mau tidak mau gadis itu beranjak dari tempat duduknya, lalu menuju ke ruangan khusus. Dia di sana mendapati Rendi sudah duduk menunggunya. Melihat pria itu hatinya sudah sakit dan muak. Aryana bersiap berbalik pergi, tapi pria itu segera berdiri dari kursinya. "Kalau kamu pergi, mata kuliah hari