Angel sudah gelap mata dan tidak memperdulikan siapa saja yang sedang bercinta dengannya malam ini.
"Apa kau tidak menyesal karena memberikan kegadisanmu kepada pria asing sepertiku." Dante baru tau dan menyadari saat sudsh berhasil membobolnya dan ternyata wanita yang menggodanya ini masih gadis.
"Kenapa? Kau sering melakukannya dengan banyak wanita?" Ucap Angel sambil menahan suaranya karena Dante menggerakkan tubuhnya dengan cepat.
"Banyak wanita sepertimu yang ingin naik ke atas ranjangku." Ucap Dante tersenyum miring.
"Dan kau seharusnya beruntung karena kau yang berhasil merasakan tubuhku." Lanjutnya.
"Kau tidak rugi karena ini juga pertama kalinya untukku,"
"Apa masalahmu?" Tanya Dante karena dia juga melihat pipi wanita di depannya ini memerah, dia tau persis jika merahnya karena sebuah tamparan.
"Diamlah dan gerakkan saja tubuhmu, jika kau bisa memuaskanku, aku akan membayarmu lebih." Ucap Angel yang tidak mau menjelaskannya, Dante sendiri mengeraskan rahangnya. Dia merasa tertantang karena perkataan Angel yang seperti meremehkan kegagahannya.
Lebih parahnya lagi, dia akan di bayar oleh wanita yang kini sedang melakukan kegiatan panas dengannya.
Angel sendiri tersentak dan sangat terkejut karena Dante melakukannya dengan kasar setelah perkataannya, namun sejujurnya permainan mereka terasa semakin inten dan menggairahkan.
"Apa aku seperti pria bayaran yang harus kau bayar setelah memuaskan wanita?" Ucap Dante yang sebenarnya kesal dan marah karena perkataan Angel.
Angel tidak menjawabnya, dia malah senakin tersentak karena Dante benar-benar tidak memberikan dia kesempatan sampai akhirnya dia kalah dan mendapatkan kenikmatannya.
"Ini gila, dia pro sekali." Angel sampai mengatur nafasnya, dia ngos-ngosan karena sudah beberapa kali kalah darinya.
"A-apa?" Angel terkejut karena Dante sepertinya akan memulainya lagi,
"T-tidak! Aku sudah lelah." Angel menolak namun Danter malah menanggapinya dengan senyuman miring.
"Lelah? Aku bahkan baru ingin memulainya." Ucapnya tersenyum.
*****
Pagi hari Angel terkejut karena dirinya terbangun dan masih dalam keadaan polos.
"Sial!" Umpatnya yang mengingat jika semalaman dia melakukan hal gila dengan pria asing.
"Dia pria gila yang pernah aku temui, Sialan!" Angel terus mengumpati Dante karena dia semalaman tidak melepaskannya dan melakukannya berkali-kali.
Dia benar-benar merinding jika mengingat kejadian semalam, memang mamuaskan tapi juga gila.
Angel melihat wajah pria itu yang sangat tampan dan memiliki tubuh yang kekar.
Dia menghela nafas panjangnya karena berani berbuat hal seperti ini, di mana dia tidur dengan pria yang sama sekali tidak di kenali olehnya.
Angel tidak mau ambil pusing dan memilih untuk turun dari ranjang, namun dia sedikit meringis karena masih merasakan tidak nyaman di area intimnya.
"Sebesar apa miliknya, rasanya milikku semalam mau robek saja." Gerutunya.
Angel turun dari ranjang dengan pelan dan memunguti pakainnya.
Dia merogoh uang di sakunya dan meletakkannya di samping pria itu.
"Entah dia pria bayaran atau tidak, tapi seharusnya ini cukup." Gumam Angel lalu pergi dari sana.
Jalannya sedikit pelan karena miliknya benar-benar tidak nyaman.
"Kau dari mana, Angel?" Tanya Ethan yang membuat Angel terkejut.
Dia tiba-tiba saja berada di belakangnya saat dirinya ingin masuk ke dalam kamarnya.
"Semalaman kau tidak ada di kamar, kau di mana?" Tanyanya lagi.
"Bukan urusanmu." Ucap Angel yang membuag Ethan terkejut karena perubahan Angel padanya.
"Apa maksutmu bukan urusankuu? Kau calon istriku. Angel!"
"Kau masih memiliki muka menyebutku sebagai calon istrimu di mana semalam kau bersenang-senang dengan Camila." Ucap Angel menatap tajam ke arah Ethan.
"Kau melihatnya?" Ethan terkejut dengan peekataan Angel.
"Dia memang melihatnya, Sayang. Biarkan saja. Tidak perlu ada yang di tutupi." Ucap Camila yang menghampiri Ethan dan Angel. Tanpa malu Camila memeluk lengan Ethan dan tersenyum miring kepada Angel.
Camila memang semalam sempat melihat Angel yang memergoki dirinya bercinta dengan Ethan, namun dia tidak perduli karena dia sendiri sudah lelah main sembunyi dengan Ethan.
Angel yang melihatnya mengepalkan tangannya, dia tidak menyangka jika selama ini mereka berdua memang sengaja melakukannya.
"Akan lebih baik kau Katakan kepada kakekmu untuk membatalkan pertunangan dan pernikahan ini." Ucap Angel.
"Itu tidak mungkin." Ucap Ethan.
"Apa maksutmu? Jika kalian saling mencintai, kalian saja yang menikah, aku tidak mau denganmu,"
"Kita harus menikah karena itu persyaratan dari kakekku, sialnya memang aku harus menikahi anak pertama dari keluarga Sterling dan itu adalah dirimu." Ucap Ethan.
"Kau tinggal menolaknya dan mengatakan mencintai dia, kenapa harus aku!"
"Ayolah, Kak! Jangan sok jual mahal dan munafik, kau beruntung akan dinikahi oleh Ethan, dia pewaris keluarga Sinclair dan akan meneruskan bisnis pamannya, terima saja! Hanya saja kau perlu diam jika melihat kita mungkin sering bercinta karena hanya aku yang di inginkan olehnya." Ucap Camila tersenyum remeh.
"Jika kau tidak mau mengataknnya, maka aku saja yang mengatakan hal ini kepada kakekmu." Ucap Angel namun terkejut saat Ethan menarik rambutnya dan tidak membiarkan Angel masuk ke dalam kamar.
"Kita akan tetap menikah, dan Camila akan tetap menjadi wanitaku, kau tidak bisa membatalkannya begitupun denganku," ucap Ethan.
"Kau ternyata seorang bajingann, Ethan." Ucap Angel menatap tajam ke arah Ethan meskipun sebenarnya dia juga menahan sakit di kepalanya.
"Ya, inilah aku! Kau tidak akan melakukan apalun karena setiap pergerakanmu yang membuatku rugi akan aku balas berkali-kali lipat, aku bahkan bisa memastikan ibumu mati saat kau macam-macam denganku." Ucap Ethan lalu melepaskan rambut Angel.
Camila tertawa dan menghampiri Ethan, bahkan mereka dengan tanpa malunua berciuman di depannya yang membuat Angel merasa muak sendiri.
"Tunggu!" Ethan menahan Angel lagi saat dia ingin masuk ke dalam kamarnya.
"Bekas apa ini?" Tanya Ethan menatap tajam ke arah Angel karena baru menyadari bahu dan leher Angel ada bekas merah.