Bab 1
"Faster, Please!" Suara lenguhan terdengar dari salah satu kamar dan bisa dikenali oleh Angel.
"Ya, keluarkan suara indahmu dan sebut namaku." Erangnya.
Angel tau persis pemilik suara itu, dia membukanya dengan pelan dan sangat shock dengan apa yang dia lihat.
"Brengsekk! Lelaki seperti ini yang akan dinikahkan denganku." Gumam Angel.
Dia melihat pria yang seharusnya akan menjadi suaminya satu bulan lagi karena perjodohan yang di atur oleh ayahnya. Ethan Sinclair.
Yang lebih terkejutnya adalah wanita yang sedang menikmati gerakan Ethan adalah saudara tirinya, Camila Sterling.
Angel rasanya ingin muntah melihat keganasan mereka, dia memilih untuk pergi dari sana dan kembali ke pesta.
"Jika pada akhirnya yang tidur dengan calon suamiku adalah anak dari selingkuhannya, kenapa tidak menikahkan dia dengannya saja, Sial!" Angel benar-benar sakit hati.
Meskipun sebelumnya dia tidak mencintai Ethan, namun jika dengannya, dia adalah pria yang cukup baik, untuk itu dia mau di jodohkan dengannya.
"Papa." Panggil Angel yang membuat ayahnya menoleh.
"Dari mana saja? Apa kau tidak bisa diam jika di pesta." Thomas marah karena Angel memang tidak bisa ditemukan sedari tadi.
"Kau mencariku tapi kau tidak mencari putri kesayanganmu dan menantumu?" Ucap Angel.
"Aku tidak mau menikah dengan Ethan, asal papa tau, dia sekarang sedang tidur dengan putri kesayanganmu." Ucap Angel
Plak!
Bukannya mendapatkan pembelaan dan simpatik, dia terkejut karena malah mendapatkan tamparan dari ayahnya.
"Kau harus menikah dengannya karena syarat dari keluarga Sinclair adalah menikah dengan putri sulungku." Ucap Thomas.
"Aku tidak mau! Ethan sudah tidur dengan Camila!" Teriak Angel yang membuat Thomas semakin marah.
Dia bahkan menyeret tangan Angel agar menjauhi kerumunan dan tidak di dengar oleh orang lain.
"Jangan bicara aneh-aneh dan lebih baik patuhlah atau aku akan menghentikan pengobatan ibumu dan mengusirnya dari rumah sakit," ucap Thomas.
"Jika kau gagal menikah dengan Ethan, bukan hanya aku yang akan membuatmu dan ibumu menderita, tapi Ethan juga tidak akan tinggal diam jika kau tidak mau menikah dengannya." Lanjutnya.
"Jadi, jangan aneh-aneh dan patuhlah! Sekarang pergi dan berbaur lah di pesta seperti biasanya." Thomas mendorong tubuh Angel agar dia kembali ke pesta.
"Kau memanfaatkanku hanya demi reputasi dan uangmu, kau menjualku! apa kau benar-benar ayahku? Seharusnya tidak ada ayah sepertimu. Bahkan kau—
Plak!
Lagi-lagi Angel mendapatkan tamparan keras dari ayahnya yang membuat pipinya semakin memerah.
Thomas meraih rambut Angel yang membuat dia meringis.
Dia tidak mengatakan apapun namun meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Hentikan pengobatan Diana dan usir dia dari—
"Tidak! Kau tidak bisa lakukan itu, dia istrimu." Ucap Angel panik.
"Patuhlah, Angel! Kau tidak memiliki apapun untuk mengobati ibumu selain patuh denganku." Ucap Thomas yang membuat Angel mengepalkan tangannya.
"Besok adalah pertunanganmu dengannya dan sebaiknya kau tidak macam-macam." Ucap Thomas akhirnya pergi dari sana.
"Terimalah nasibmu, Angel!" Ucap Sarah menghampiri Angel dan tersenyum miring kepadanya.
"Tidak heran, ibu dan anak sama saja, pelakor!" Ucap Angel lalu pergi dari sana.
Sejujurnya perkataan Angel membuat Sarah emosi namun dia membiarkannya saja. Dia sangat puas melihat Angel seperti ini.
"Seharusnya dia di rumah sakit saja bersama ibunya." Gumam Sarah.
"Suatu saat nanti! Lihatlah suatu saat nanti kalian semua akan memohon bantuanku." Gumam Angel.
Hatinya sangat sakit dan tidak terima ketika ayahnya dan Ethan memanfaatnya, kakek dari Ethan dan Thomas memang memiliki perjanjian, di mana anak pertama Thomas yang harus menikah dengan cucu pertamanya, Ethan,
Ethan menerimanya karena jika dia menolaknya, maka dia tidak akan mendapatkan warisan apapun dari kakeknya.
"Tidak bisa! Aku tidak mau menikah dengannya." Angel tidak terima dan merasa ingin balas dendam kepada Ethan yang seenaknya menyelingkuhi dirinya.
Angel mendapatkan pemikiran gila dan ingin melampiaskan kekesalannya dengan mencari pria,
"Setidaknya aku juga harus bersenang-senang." Gumamnya.
"Aku tidak akan sudi memberikan kegadisanku kepadanya," ucapnya lalu terkejut ketika dia menabrak seseorang dan hampir terjatuh jika saja dia tidak di tangkap oleh orang itu.
Angel tersenyum lebar karena sepertinya situasinya sedang berpihak kepadanya.
Dia melihat seorang pria tampan meskipun penampilannya biasa.
"Apa kau single?" Tanya Angel tiba-tiba yang membuat pria itu mengerutkan dahinya.
"Dari diammu sepertinya kau single." Ucap Angel lalu mencium bibir pria itu yang membuat dia jelas saja terkejut.
"Kau akan mendapatkan masalah karena sudah mencium sembarangan pria." Ucap pria itu melepaskan ciuman Angel.
"Hidupku sudah penuh dengan masalah, setidaknya aku ingin bersenang-senang." Ucap Angel yang tidak peduli dan kembali mencium pria itu namun lagi-lagi pria itu melepaskannya dan bahkan mencengkram kedua tangan Angel,
Angel tidak bisa bergerak karena tangannya dikunci di atas kepalanya.
"Apa kau tau siapa aku?" Tanyanya menatap tajam ke arah Angel.
"Tidak! Aku tidak peduli siapa dirimu, aku hanya ingin bersenang-senang, katakan saja berapa bayaranmu." Angel benar-benar kehilangan akal dan ingin melupakan semuanya.
Dengan liarnya Angel mencium bibirnya namun kali ini dibiarkan olehnya dan tidak lagi di dorong olehnya.
Anak buah pria itu yang melihat bosnya di cium oleh sembarangan wanita sangat terkejut dan ingin menghampirinya untuk menyingkirkannya namun bosnya mengkodenya untuk tidak ikut campur dan membiarkannya.
"Dante! Ingatlah nama itu saat nanti kau mendesah di bawahku!"