Bab 91

638 Kata

Zenia kembali duduk di sofa setelah beberapa menit berdiri di dekat jendela. Matanya melirik ke arah Matteo yang lagi-lagi fokus menatap layar laptop, alisnya berkerut, jemarinya bergerak cepat. Zenia menghela napas pelan. Bibirnya maju sedikit. Cemberut. “Kok sibuk terus sih,” gumamnya pelan. Matteo tidak mendengar, atau pura-pura tidak mendengar. Zenia berdiri, berjalan pelan mendekati meja kerja Matteo. Tanpa permisi, ia menyelip di samping kursi itu lalu memeluk lengan Matteo erat-erat, menempelkan pipinya ke bahu suaminya. Matteo terkejut, tangannya berhenti mengetik. “Zenia?” panggilnya. Zenia tidak menjawab. Ia malah mengeratkan pelukannya, kepalanya bergeser sedikit, rambutnya menyentuh rahang Matteo. “Ada apa?” tanya Matteo lagi, suaranya lebih lembut. Zenia akhirnya mend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN