Zenia dan Matteo akhirnya keluar dari gedung perusahaan menjelang sore, ketika matahari tidak lagi terlalu terik. Matteo menggenggam tangan Zenia sepanjang perjalanan menuju sebuah pet shop besar yang terletak tidak jauh dari pusat kota. Langkah Zenia terlihat lebih ringan dibanding sebelumnya, wajahnya penuh rasa penasaran dan senyum kecil yang sulit ia sembunyikan. Bahkan sebelum sampai, ia sudah membayangkan bagaimana rasanya memiliki seekor anjing kecil yang bisa ia peluk setiap hari. Begitu pintu pet shop terbuka, suara gonggongan lembut langsung menyambut mereka. Zenia spontan berhenti melangkah, matanya membesar penuh kekaguman. Deretan kandang bersih dengan berbagai jenis anjing kecil membuatnya hampir lupa bernapas. Ada yang berwarna cokelat, abu-abu, krem, dengan bulu pendek mau

