Zenia terbangun dengan napas terengah pelan, matanya terbuka perlahan dan langsung dihantam kenyataan yang membuat seluruh tubuhnya menegang seketika—lengan Matteo masih melingkari pinggangnya, hangat, kokoh, dan terlalu akrab. Aroma tubuh Matteo yang menempel di kulitnya mengingatkan Zenia pada apa yang terjadi semalam… sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan akan terjadi, sesuatu yang membuat pipinya seketika memanas hingga terasa seperti disiram bara. Ia menahan napas, menatap d**a Matteo yang naik turun dengan tenang. Lelaki itu masih tertidur, wajahnya tenang seolah tidak ada apa pun yang berat di pikirannya. Berbeda sekali dengan Zenia yang hampir kehilangan kewarasan hanya karena mengingat sedikit saja sentuhan-sentuhan semalam. Mereka memang sudah melewati batas, meski Zenia menola

