Bab 64

2540 Kata

Ruang jenguk tahanan itu dingin dan sunyi. Dinding abu-abu, meja besi yang sudah penuh goresan, dan kursi keras yang membuat punggung terasa nyeri. Carla duduk dengan tangan terlipat di atas meja, matanya menatap kosong ke depan. Wajahnya tampak pucat, bibirnya kering, dan sorot mata yang biasanya penuh kesombongan kini berganti gelisah. Pintu besi terbuka dengan bunyi gesekan berat. Pengacaranya masuk. Seorang pria paruh baya dengan setelan rapi, wajah datar, dan map tebal di tangan. Ia duduk di seberang Carla, meletakkan map itu perlahan di atas meja. “Bagaimana?” Carla langsung bertanya, suaranya sedikit serak. “Sidang tadi… apa artinya semua itu?” Pengacara itu menghela napas panjang sebelum menjawab. “Kita harus bicara serius, Carla.” Carla menegang. “Maksudmu?” Pengacara mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN