Bab 84

2253 Kata

Zenia menatap Matteo dengan senyum tipis, matanya yang bercahaya menimbulkan rasa hangat di dalam d**a Matteo. Suasana ruang tamu yang sunyi malam itu hanya diiringi suara angin lembut dari jendela terbuka, memantulkan bayangan lampu jalan yang temaram ke lantai kayu. Zenia duduk di sofa empuk, kakinya menyentuh karpet tebal, sementara Matteo duduk di kursi di depannya, menatapnya dengan serius. “Matteo,” suara Zenia lembut, tetapi cukup jelas menembus ketenangan malam, “aku penasaran… nanti saat kita menikah, kamu mau memberikanku apa?” Ucapannya terdengar ringan, tapi di balik itu ada rasa penasaran yang tulus. Matteo menatap Zenia, alisnya mengerut sedikit, bukan karena marah, tapi karena pertanyaan itu menggelitik sisi bangga dan protektifnya. Ia tersenyum tipis, menghela napas pelan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN