Bab 16

1052 Kata

Malam itu, rumah Ancelotti yang biasanya sunyi berubah menjadi hiruk pikuk. Musik berdentum keras, lampu-lampu berwarna menari di langit-langit tinggi, dan orang-orang berdatangan mengenakan pakaian mewah, membawa aroma parfum mahal yang menusuk hidung. Rumah yang dulu dijaga penuh kehormatan oleh Carlo kini seolah kehilangan rohnya, berganti menjadi arena pesta tak beraturan yang membuat Zenia hampir muak melihatnya. Zenia berdiri di depan cermin kamarnya, mengenakan pakaian yang membuatnya merasa terhina. Gaun pelayan berwarna hitam dengan celemek putih kecil di bagian depan, rok yang terlalu pendek hingga membuatnya ingin menutupinya dengan tangan. Matteo memaksanya mengenakan itu — katanya, hanya untuk malam ini, agar “terlihat lucu” di antara tamu-tamunya. Tapi Zenia tahu, itu bukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN