Bab 100

293 Kata

Matteo menggenggam tangan Zenia erat ketika mereka memasuki mall yang ramai. Lampu-lampu toko berkilau, musik lembut mengalun, dan wajah Zenia tampak jauh lebih cerah dibanding beberapa hari terakhir. Matteo melirik istrinya, lalu tersenyum kecil. “Kita mau ke mana dulu?” tanya Zenia sambil menoleh. “Kamu tinggal ikut saja,” jawab Matteo santai. “Hari ini aku yang atur.” Zenia tertawa pelan. “Nada bicaramu seperti mau menculik.” “Kalau menculik istri sendiri tidak masalah,” balas Matteo cepat. Mereka berhenti di depan sebuah butik ternama. Zenia mendongak, membaca papan nama toko itu, lalu refleks menarik tangan Matteo. “Matteo… ini mahal.” Matteo menatapnya datar. “Masuk.” Zenia menggeleng kecil. “Aku tidak butuh—” “Aku mau,” potong Matteo. “Aku mau melihat kamu pakai yang terbaik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN