Bab 101

387 Kata

Sepanjang perjalanan pulang, Zenia lebih banyak diam. Bukan karena lelah, melainkan karena hatinya terasa penuh. Tas baru itu diletakkannya di pangkuan, sesekali jemarinya menyentuh permukaannya, lalu matanya beralih pada Matteo yang fokus menyetir. Lelaki itu terlihat tenang seperti biasa, seolah apa yang dilakukannya di mall hanyalah hal kecil. Padahal bagi Zenia, itu lebih dari sekadar hadiah. “Matteo,” panggil Zenia pelan. “Hm?” Matteo menoleh sekilas. “Terima kasih,” ucap Zenia tulus. “Bukan cuma soal tasnya.” Matteo tersenyum tipis. “Aku tahu.” Sesampainya di rumah, Zenia langsung melepas sepatunya dan berjalan cepat ke dapur. Matteo sempat mengernyit melihat istrinya yang tiba-tiba bersemangat. “Kamu capek. Istirahat saja,” ujar Matteo. Zenia menggeleng sambil membuka kulkas.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN