"Ngapain Pak Rey disini?" ucap Lova lirih. "Karena aku peduli sama kamu, Lova," ucap Rey lirih sekali. Lova kembali menatap ke arah depan. Ia berusaha menahan rsa kesal dan tangis yang gampang sekali pecah. Dad4nya terasa sesak dan hidupnya terasa sia -sia sekali. Rey mnegulurkan tangannya di depan Lova mmebuat Lova terkejut dan melirik ke arah Rey. "Ayo pulang. Aku antar kamu pulang ... Papa dan Mama kamu menunggu kamu di rumah. Mereka cemas dan khawatir, Lova," ucap Rey dengan suara lembut. "Gak usah sok peduli, Pak. Kita ini hanay pura -pura," jawab Lova datar. Kedua mataya basah dan samar melihat ke arah depan. "Kalau aku mau serius? Gimana?" tanya Rey dengan tatapan sangat serius sekali. Lova terkekeh sambil melirik penuh arti pada Rey. "Bapak itu, harusnya sudah waktunya car

