"Umi ... Umi ..." panggil Nadira dari luar rumah milik Umi Aminah. Tak menunggu lama, Umi Aminah sudah keluar dari rumah sambil tersenyum ramah pada Nadira. "Nadira? Sini masuk dulu," titah Umi Aminah pada Nadira. Sejak kecil, Nadira sering sekali main di rumah ini. Nadira menyebutnya sebagai Saung Takjil karena setiap main ke rumah ini, ia selalu di beri makanan enak dengann banyak pilihan. "Umi ... Nadira gak lama, cuma mau antar takjil dari Mama," ucap Nadira dengan sopan. "Iya. Sini masuk dulu. Kamu puasa kan? Buka bareng Umi ya? Sebentar lagi kan adzan maghrib," tawar umi Aminah pada Nadira. Nadira menggelengkan kepalanya pelan. "Enggak Umi ..." jawaban Nadira menggantung membuat Umi Aminah mengerutkan keningnya. "Enggak mau?" tanya Umi aminah memastikan. "Eum ... Enggak pua

